Pages

Subscribe:

Kamis, 27 Oktober 2011

Jangan Tunda Pekerjaan!

Salah satu prinsip kerja yang diajarkan Allah SWT melalui Alquran adalah kontinuitas kerja dibarengi dengan pengharapan bahwa pekerjaan itu akan mendapat nilai tersendiri di sisi Allah SWT. Tidak jadi sia-sia. Yaitu, dengan jalan memanfaatkan waktu semaksimal dan seoptimal mungkin tanpa menunda-nundanya hingga waktu yang lama. Allah SWT berfirman, ''Apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain (berikutnya). Jika itu semua sudah selesai, maka berharaplah kepada Tuhanmu.'' (As-Syarh: 7-8).

Imam Ibnu Katsir ketika menafsirkan dua ayat ini menyatakan, jika kita sudah bekerja maksimal dalam hal urusan dunia, maka kita semestinya berpaling ke hal-hal ibadah. Artinya, Allah SWT mengajarkan bahwa pekerjaan apa pun akan menjadi bernilai di sisi-Nya jika dikaitkan dengan niat ibadah, atau menjadikan amalan itu sebagai amalan yang bernilai ibadah. Sebaliknya, amalan itu akan kosong dan sia-sia jika tidak dilanjutkan dengan pengharapan tinggi (ridho) kepada Allah SWT.

Dalam salah satu riwayat disebutkan bahwa Ibnu Umar pernah berkata, ''Apabila engkau memiliki satu pekerjaan di waktu sore, maka lakukanlah waktu itu juga, jangan menunda hingga waktu Subuh. Demikian pula halnya, apabila ada pekerjaan di waktu Subuh, lakukanlah di waktu itu, jangan sampai menundanya hingga waktu sore. Beramallah kalian ketika sehat untuk bekalmu ketika sakit, juga ketika hidup untuk bekalmu ketika meninggal nanti.'' (Dikutip oleh Imam Bukhari dalam Jami' as-Shahih-nya).

Menunda pekerjaan tidak saja sama artinya dengan menyia-nyiakan waktu, tetapi lebih dari itu akan merugikan diri sendiri. Waktu dibuang percuma, tanpa menghasilkan nilai apa-apa. Inilah hal yang paling dibenci Rasulullah SAW. Dalam sejarah hidupnya, beliau tidak pernah menunda pekerjaan selama itu bisa dilakukan pada waktu itu juga.

Perintah mengerjakan shalat di awal waktu menjadi bukti nyata bahwa Rasulullah SAW adalah tipe orang yang tidak menyukai penunda-nundaan. Bahkan, karena saking pentingnya menghindari penundaan, Allah SWT sempat mengecam orang-orang seperti ini sebagai calon orang-orang yang merugi. Firman-Nya, ''Sungguh kerugian akan didapati orang-orang yang shalat, yaitu mereka yang menunda-nundanya (sahun).'' (Al-Maa'un: 4-5).

Menunda pekerjaan sama dengan membuang waktu dengan percuma. Tentu ini bukan hal positif bagi kaum beriman yang selalu menjadikan setiap kesempatan menjadi bernilai pahala di sisi Allah SWT. Menunda pekerjaan sama halnya membuang nilai (pahala) yang akan Allah SWT berikan. Lebih jauh dari itu, sebagai umat manusia, kita sebetulnya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa datang. Penyesalan amat mungkin terjadi jika pekerjaan yang sebetulnya dapat kita lakukan saat itu juga, tapi kita tunda.

Kerja maksimal untuk meraih hasil optimal dari Allah SWT, itulah prinsip kerja yang Allah sampaikan. Tujuannya tiada lain adalah untuk keuntungan umat manusia itu sendiri, dunia dan akhirat. Wallahu a'lam.

Rabu, 26 Oktober 2011

Antara Cinta dan Pengorbanan

Ada seorang laki-laki tua yang sangat taat beribadah kepada Allah SWT. Pada suatu masa, ia merasa terkejut bercampur sedih ketika putra yang sangat ia cintai dan sayangi diperintahkan untuk disembelih. Perintah tersebut berasal dari Zat yang Agung dan sangat ia taati, yaitu Rabbul Alamin.

Lelaki tua itu tidak lain adalah Ibrahim AS dan anaknya, Ismail AS. Keduanya adalah nabi utusan Allah SWT. Sepanjang hidupnya, Ibrahim AS terkenal sebagai orang yang tidak pernah mengabaikan perintah Tuhan-Nya. Namun, perintah Allah kali itu terasa sangat berat dan susah untuk dilaksanakan. Betapa tidak, anak semata wayang yang sudah lama dinantikan kehadirannya tiba-tiba diperintahkan untuk dikorbankannya. Terjadilah dialog antara ayah dan anak yang kemudian diabadikan dalam Alquran. Kata Ibrahim, ''Anakku, aku bermimpi diperintah Allah untuk menyembelihmu, maka renungkanlah baik-baik kemudian berikan jawabanmu!''

Dengan tenang Ismail pun menjawab, ''Ayah, laksanakanlah perintah itu dengan penuh ketaatan, insya Allah aku termasuk orang-orang yang bersabar.'' Namun, dengan ketaatan keduanya, Allah SWT ternyata justru mengabadikan peristiwa bersejarah tersebut dengan menyelamatkan Ismail dan menggantikannya dengan domba yang sehat dan gemuk.

Ada dua pesan yang dapat ditangkap dari kisah di atas.

Pertama, kepasrahan Ibrahim dan Ismail adalah bukti penyerahan diri secara total kepada Tuhan yang Maha Memiliki segalanya. Kita sebagai manusia seharusnya menyadari bahwa semua yang kita miliki sekadar titipan dan pasti akan kembali. Harta, jabatan, anak, istri, dan bahkan nyawa sekalipun tidak akan selamanya abadi. Hanya Allah SWT yang kekal dan abadi. Firman-Nya, ''.... Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nyalah segala keputusan, dan hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.'' (QS 28: 88).

Kedua, peristiwa tersebut mengandung makna pengorbanan yang sangat besar, di mana seorang ayah dengan tegar dan ikhlas mau mengorbankan putra kesayangannya. Tentunya kisah ini adalah pelajaran yang sangat berharga. Pengorbanan adalah bukti dari rasa cinta. Dengan pengorbanan kita berusaha belajar mengikis rasa kikir pada diri sendiri, dan itu dapat dibuktikan dengan mau berbagi dengan saudara (orang lain) yang memerlukannya.

Kita sering tidak menyadari bahwa rasa cinta kepada Allah SWT juga memerlukan pengorbanan. Yaitu, ikhlas memberikan apa yang paling kita cintai. Allah SWT berfirman, ''Kamu sekali-kali tidak akan mendapatkan kebajikan yang sempurna sebelum kamu menafkahkan dari sesuatu yang kamu cintai, sesungguhnya Allah pasti mengetahuinya.'' (Al-Imran: 92). Orang yang mampu berbagi tapi kemudian menyembunyikan nikmat itu, maka Allah akan memberikan hukuman bagi mereka. Firman-Nya, ''Orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir serta orang-orang yang menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikannya kepada mereka, kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir (nikmat) siksa yang menghinakan.'' (An-Nisa': 37). Wallahu a'lam.

Selasa, 25 Oktober 2011

Membahagiakan Sesama Muslim

Nabi Muhammad SAW pada sebuah kesempatan berpesan kepada umatnya bahwa manusia yang paling dicintai Allah adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain. Lebih jauh beliau menekankan bahwa membuat saudara Muslim gembira atau memasukkan rasa gembira ke dalam hati Muslim yang lain merupakan salah satu dari perbuatan yang paling baik dan menjadi amalan yang dicintai Allah.

Kegembiraan seseorang terpancar dari kondisi hati yang tenang dan nyaman. Terlebih rasa gembira yang terlahir dari qolbunsalim (hati yang selamat), sejatinya akan memberikan dampak pula bagi orang lain. Karena, saat itulah, setiap Muslim akan terdorong untuk melahirkan perbuatan baik menjadi ringan namun bernilai.

Suatu hari, seorang lelaki kaya raya datang menemui Rasulullah dalam keadaan kotor dan compang-camping. Rasul bertanya, ''Apakah engkau tidak punya harta?'' Lelaki itu menjawab, ''Punya, banyak sekali dari segala bentuk yang diberikan Allah kepadaku.'' Rasul pun bersabda, ''Sesungguhnya Allah senang bila Ia memberi nikmat kepada hamba-Nya, nikmat itu tampak bekasnya.'' (HR Ahmad).

Maka, sepatutnya rasa gembira seseorang juga memberikan sesuatu bentuk kenikmatan yang lain, yaitu kenikmatan bersyukur dengan berupaya membagi kebahagiaan itu kepada sesamanya. Kini, saatnya setiap Muslim mengejar berkah-berkah kesalehan Ramadhan dengan menebar rasa bahagia ke setiap orang, memupuknya, merawat, dan menjaga agar mendapatkan buah indahnya ikatan persaudaraan.

Syawal, sebagai bulan indahnya kebersamaan dalam kasih sayang, merupakan hari-hari yang begitu membahagiakan bagi semua Muslim. Sebuah waktu istimewa untuk dapat bersilaturahim, saling mengenal, dan saling mendoakan. Doa yang dianjurkan saat berjumpa adalah, ''Taqobbalallahu mina waminkum.'' Semoga Allah menerima amalanku dan amalanmu. Kita hendaknya berusaha mengamalkan tuntunan Rasulullah SAW untuk memberikan kesenangan dan kegembiraan fitri bukan saja kepada kerabat dan handai tolan, melainkan pula kepada saudara-saudara kita yang fakir, miskin, atau dalam kondisi yang memprihatinkan (dhuafa), agar kelak mereka tidak lagi meminta-minta dan hidup kesusahan, hingga kegembiraan itu terus berlanjut dalam kehidupan yang layak.

Rasulullah menjelaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abi Ad-Dunya bahwa amal kebaikan yang dicintai Allah adalah membahagiakan sesama Muslim dengan menghilangkan kesusahan hidupnya, membayar utang, dan menjauhkan dari kelaparan. Hidup adalah hamparan ladang amal dan tempat berbagi kebaikan. Suatu saat kelak, setiap diri akan melihat apa yang telah dilakukannya. Islam telah menekankan bahwa hubungan antarsesama Muslim diikat dalam tatanan nilai ukhuwah (persaudaraan). Untuk menegakkan nilai agung itu, salah satu pilarnya adalah bersedianya Muslim untuk saling berbagi kebahagiaan kepada sesamanya. Wallahu a'lam bishawab.

Godaan Dunia

Rasulullah SAW bersabda, ''Tidak ada seorang pun yang berjalan di air kecuali tumitnya pasti basah. Demikian pula orang yang memiliki duniawi, ia tidak bisa selamat dari dosa-dosa.'' (HR Baihaqi dari Anas).

Hadis di atas merupakan peringatan bagi kita bahwa dunia, seperti kekayaan/harta, keluarga atau, jabatan-yang kita miliki dan kuasai akan menjerumuskan kita kepada kehancuran dan dosa jika tidak pandai dalam menyikapinya. Bahkan, di hari kiamat kelak kekayaan yang tidak dikeluarkan zakat dan sedekahnya akan dikalungkan.

Perhatikan peringatan Allah dalam firman-Nya, ''Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allahlah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.'' (QS 3: 180).

Paling tidak ada tiga hal yang harus kita lakukan agar kita tidak terlena oleh godaan dunia. Pertama, kita harus menyadari bahwa kehidupan dunia ini hanya sementara, dan kehidupan akhiratlah yang kekal. Dalam kaitan ini Allah menerangkan, ''Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.'' (QS 57: 20).

Kedua, menyadari bahwa apa pun yang kita miliki merupakan amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Yang Maha Adil dan Bijaksana. Kesadaran ini berdampak pada timbulnya sikap untuk selalu menjaga dan menunaikan hak-haknya dari apa yang kita miliki, seperti mengeluarkan zakat dan sedekahnya.

Allah berfirman, ''Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.'' (QS 9: 103). Ketiga, sederhanalah dalam kehidupan. Kesederhanaan mengajarkan kita untuk selalu dapat mensyukuri setiap karunia yang Allah berikan. Kesederhanaan pun mengajari kita untuk tidak serakah.

Rasulullah menjelaskan keuntungan dari hidup sederhana dalam sabdanya, ''Barang siapa yang sederhana terhadap dunia, maka Allah mengajarkannya sesuatu yang tanpa belajar, dan memberinya petunjuk tanpa hidayah secara langsung dan telah menjadikannya melihat, dan Allah membukakan daripadanya kebutaan.'' (HR Abu Na'im dari Ali). Wallahu a'lam bishawab.

Bahaya Kemunafikan

Dalam surat al-Baqarah dikisahkan tentang tiga golongan manusia. Pertama, suatu golongan yang menerima ajaran Allah secara kaffah yang disebut sebagai orang-orang yang bertakwa. Kedua, golongan yang menolak ajaran Allah secara mutlak yang dikenal sebagai orang-orang kafir. Golongan ini tidak saja menolak tapi juga memusuhi Islam, baik dengan perkataan maupun perbuatan.

Ketiga ialah golongan yang memiliki dua kepribadian, yakni berkepribadian Islam jika berada di tengah-tengah kaum muslimin, dan berkepribadian ingkar ketika sedang di antara orang-orang yang memusuhi Islam. Kelompok ini dinyatakan sebagai golongan orang-orang munafik. Meskipun ketiga jenis golongan tersebut selalu ada dalam setiap perkembangan sejarah kehidupan manusia, namun Al-Qur'an lebih banyak menceritakan golongan orang-orang munafik karena keberadaan mereka di dunia dianggap sangat berbahaya.

Ciri-ciri orang munafik tentu sangat bertentangan dengan sifat-sifat orang yang bertakwa. Fudhail bin 'Iyadh mengumpamakan orang yang bertakwa seperti orang yang menanam pohon kurma dan merasa takut akan tumbuh duri. Namun sebaliknya, orang munafik bagaikan orang yang menanam duri tapi mengharapkan tumbuh kurma. Orang yang bertakwa selalu beramal sembari merenungi dirinya dan merasa cemas jika amal ibadahnya tidak diterima oleh Allah. Sedangkan orang munafik, sedikit beramal tetapi membanggakan amalnya yang sedikit itu.

Sebagaimana dituturkan oleh Rasulullah SAW, bahwa orang munafik mempunyai tiga ciri-ciri, yakni kalau berbicara berbohong, bila berjanji mengingkari dan jika dipercaya berkhianat. Apabila tiga ciri-ciri ini terdapat pada diri seseorang, maka dia itulah orang munafik. Sesungguhnya, tidak ada penyakit yang lebih berbahaya dari pada kemunafikan. Sebab kemunafikan adalah ibarat debu yang sangat lembut. Terbangnya tidak terlihat, namun tiba-tiba tampak menebal di atas benda yang ia hinggapi. Kemunafikan akan menutupi hati manusia, membuat titik-titik noda di dalamnya, sehingga ruang hati menjadi gelap. Pada gilirannya, hati menjadi sarang berbagai penyakit seperti sikap sombing, riya', ujub, dengki yang menyebabkan anugerah Allah menjadi sulit untuk diraih.

Kemunafikan merupakan puncak perbuatan dosa. Karenanya, membersihkan diri dari sifat kemunafikan menjadi suatu keniscayaan. Sebab ia dapat merusak, menjatuhkan dan menghancurkan agama. Seorang sufi mengatakan: seandainya dosa orang-orang munafik bisa tumbuh seperti tanaman di muka bumi, maka tidak ada tempat bagi seorang mukmin untuk berjalan oleh karena banyaknya dosa mereka. Maka itu, tidak ada tempat yang layak bagi orang-orang munafik kecuali neraka yang paling dasar. Na'udzubillah min dzalik!  






Senin, 10 Oktober 2011

Internet sehat bikin hebat untuk pendidikan





internet sehatBanyak hal yang kita lakukan dalam memakai internet, namun seringkali kita menyalahgunakan dalam pemakaiannya. Internetsewajarnya di pakai secara sehat karena internet sehat bikin hebat:thumbup
Teknologi internet kini hadir sebagai media yang multifungsi. Komunikasi melalui internet dapat dilakukan secara interpesonal (misalnya e-mail dan chatting) atau secara masal yang dikenal one to many communication (misalnya mailing list, blog, social networking, mikrobloging, dll). Internet juga mampu hadir secara real time audio visual seperti pada metoda konvensional dengan adanya aplikasi teleconference.
Kebanyakan remaja saat kini memakai internet hanya untuk kesenangan pribadi, misalnya menggunakan social networking facebook, mikrobloging twitter,foursquare,koprol,dll. Kesemua ini hanya untuk aktualisasi diri dimana ingin di lihat, diperhatikan orang lain.Kesemua itu merupakan hal sia-sia, alangkah baiknya jika Internet di pakai untuk pendidikan salah satunya lewat blog.
Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam,dari sebuah catatan harian, media publikasi dalam sebuah informasi baru, sampai dengan program-program media dan perusahaan-perusahaan. Sebagian blog dipelihara oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis. Banyak juga blog yang memiliki fasilitas interaksi dengan para pengunjungnya, seperti menggunakan buku tamu dan kolom komentar yang dapat memperkenankan para pengunjungnya untuk meninggalkan komentar atas isi dari tulisan yang dipublikasikan, namun demikian ada juga yang yang sebaliknya atau yang bersifat non-interaktif.
Tapi yang lebih penting peran dari sebuah Blog adalah menjadikan era baru pendidikan yaitu blog dapat di maanfaatkan sebagai media belajar antara murid dan guru sebagai penunjang di luar sekolah. Hal ini perlu di cermati oleh kita-kita sebagai penerus bangsa. Maka dengan itu pakailah Intenet dengan sehat.:2thumbup
Berikut adalah beberapa manfaat penggunaan teknologi informasi internet :
  • arus informasi tetap mengalir setiap waktu tanpa ada batasan waktu dan tempat;
  • kemudahan mendapatkan resource yang lengkap,
  • aktifitas pembelajaran pelajar meningkat,
  • daya tampung meningkat,
  • meningkatkan learning outcomes baik kuantitas/kualitas.
Kehadiran internet saat ini tidak bisa dipisahkan melalui pendidikan. Maka berinternet lah secara sehat maka akan mejadikan kita hebat. Perkayalah Ilmu….,!!! :hope

Minggu, 09 Oktober 2011

Bidadari Dunia Mencari Cinta Sejati-Nya: * ~ * SEBUAH HARAPAN " Ketika Hidayah-Nya Datang Padaku * ~ *

Bidadari Dunia Mencari Cinta Sejati-Nya: * ~ * SEBUAH HARAPAN " Ketika Hidayah-Nya Datang Padaku * ~ *

CERIA INTERNET

GRATIS INTERNETAN 90 HARI, HARGA MODEM TERJANGKAN, SINYAL TERJANGKAU...

.1. Paket layanan sangat terjangkau ( bahkan lebih murah dari warnet sekalipun) 

Paket Rp.10.000 ( 8jam pemakaian)

Paket Rp.20.000 ( 18jam pemakaian)

Paket Rp.50.000 ( 60jam pemakaian)

Paket Rp.100.000 ( 130jam pemakaian)

Paket Rp.150.000 ( UNLIMITED untuk 30 hari)

Paket layanan internet kami didasarkan pada waktu pemakaian ( TIME BASE, sehingga tidak ada pembatasan besarnya download file) dan kami TIDAK menerapkan abodemen bulanan karena berbentuk PRA BAYAR.

2. Bentuk modem kami berupa telpon rumah sehingga selain berfungsi sebagai MODEM, bisa dipergunakan juga untuk hubungan telpon dan SMS.

3. Nomor yang dipergunakan adalah nomor nasional sehingga bisa dipindahkan ke manapun coverage sinyal kami berada.

4. Pesawat ini juga berbentuk wireless karena menggunakan sinyal dari pemancar sehingga tidak terlalu sulit memindahkan posisi unit.

5. Sangat mudah melakukan instalasi karena driver modem sudah ditanam di pesawat sehingga tidak memerlukan CD Driver.

6. Harga modem internet Ceria sangat terjangkau. Hanya Rp. Rp.Rp539rb, Rp429rb,RP 329 rb ( promo ceria gratis 90 hari unlimited).

7. Nomor internet Ceria juga bisa digunakan untuk mendapatkan layanan gratis bicara sesama ceria dan SMS Rp. 1 ke semua operator.

zaki 082881419034, 085758640323 khusus wilayah SUM-SEL.